Seiring dengan tuntutan kebutuhan hidup yang terus meningkat sering berakibat kaum  perempuan -khususnya lapisan bawah- harus bekerja mati-matian untuk mendapatkan penghasilan sebagai penopang kehidupan keluarganya. Walaupun perubahan sosial dan perkembangan zaman mendorong kaum perempuan bekerja di sektor publik, terdapat perbedaan motivasi di antara mereka, dalam hal ini adalah kaum perempuan kelas atas dan kaum perempuan kelas bawah. Bagi perempuan yang berasal dari kelas menengah ke atas, motivasi bekerja bagi mereka adalah sebagai kebutuhan aktualisasi diri. Sementara, bekerja bagi kaum perempuan kelas bawah adalah tuntutan kehidupan yang mutlak, sehingga kaum perempuan dari kelas ini mengalami beban ganda. Beban ganda dalam hal ini adalah akibat terjadinya subordinasi tatanan masyarakat

Satu hal yang perlu digarisbawahi ketika kita berbicara mengenai upaya penanggulangan kemiskinan adalah pemberdayaan kaum perempuan. Karena, disamping mereka memiliki andil yang kuat dalam terciptanya kemiskinan masyarakat. Kaum perempuan juga memiliki andil terciptanya kesejahteraan masyarakat. Hal ini terjadi karena peran perempuan dalam keluarga yaitu sangat menentukan arah dan tujuan dari kehidupan keluarga itu sendiri. Namun, hal ini sering tidak disadari, sehingga terjadi penomorduaan terhadap peranan perempuan, kurangnya akses untuk mendapatkan informasi, masih minimnya pemberian peranan terhadap perempuan dalam pelaksanaan pembangunan, bahkan masih sangat minimnya kebijakan untuk memfungsikan perempuan dalam dunia politik yang notabene berfungsi sebagai pembuat kebijakan pembangunan, masih terus terjadi.

Ada banyak hal yang bisa diupayakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan sehingga dapat berperan secara aktif dalam pembangunan, di antaranya adalah sosialisasi secara berkesinambungan, membangun kesepakatan pembangunan pemberdayaan perempuan antara pemerintah, swasta, dan yang terpenting adalah masyarakat itu sendiri, agar mewujudkan kesetaraan gender di segala bidang, meningkatkan akses informasi yang dapat diterima oleh kaum perempuan di segala hal, khususnya informasi pembangunan, serta berupaya untuk melibatkan kaum perempuan dalam proses dan pengambilan keputusan.

Untuk tataran masyarakat level bawah, kaum perempuan merupakan tulang punggung utama dalam keberlangsungan hidup keluarga, sehingga dari segi waktu, mereka sama sekali tidak memiliki akses untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan pembangunan. Dengan pemberian kesempatan kepada mereka untuk mengikuti pertemuan dalam rangka program-program pembangunan pada wadah pertemuan yang dikhususkan untuk mereka, akan membantu kaum perempuan untuk merubah cara pandangnya tentang hidup. Yakni, bahwa mereka memiliki hak dan memiliki andil yang cukup besar dalam pembangunan yang dilaksanakan di wilayahnya, sehingga lambat laun akan menimbulkan satu kepercayaan diri dari mereka untuk berperan serta aktif dalam pembangunan di berbagai sektor. Dimasa reformasi seperti sekarang ini, kaum perempuan di Indonesia seolah-olah telah mendapatkan energi baru yang jauh lebih besar, dimana peran dan fungsi mereka di tengah-tengah masyarakat menjadi semakin terbuka lebar.

Hambatan struktural, pada dasarnya adalah hambatan yang memang diciptakan secara terstruktur, dimana peran kaum perempuan di-eleminir sedemikan rupa sehingga tidak dapat berkembang secara wajar. Fungsi dan peran perempuan yang selalu ditempatkan sebagai ibu rumah tangga yang selalu harus di dapur atau mengurusi masalah rumah tangga adalah contoh klasik dimana secara sosio kultur perempuan telah diposisikan sebagai “orang rumah”.

Hambatan non struktural pada dasarnya lebih banyak disebabkan oleh sikap dan cara pandang kaum perempuan itu sendiri yang menempatkan dirinya pada posisi lemah dan menerima apa adanya segala sesuatu sebagai sesuatu yang “given”.  Paradigma sosial kultural yang berkembang di masyarakat kita, yang cenderung menempatkan kaum perempuan pada posisi nomor dua setelah kaum laki-laki, merupakan sebuah contoh nyata dimana kaum perempuan masih mengalami perlakuan yang tidak adil dan tidak proporsional.

 

Esai perempuan-Sosiologi Pedesaan-Nurul Fauziah

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Categories
Bookmarks